Kunci Jawaban Soal PAS Seni Rupa Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Part 1


Kunci Jawaban dan pembahasan PAS Seni Rupa kelas 5 part 1

 Halo Bapak/Ibu Guru dan Sahabat KelasCerdasSD semuanya! Bagaimana kabar persiapan ujian di sekolah masing-masing? Sebagai pendidik, kita tentu paham bahwa Seni Rupa bukan sekadar mata pelajaran hafalan, melainkan ajang eksplorasi kreativitas siswa. Namun, saat menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) atau SAS, siswa sering kali bingung memahami konsep-konsep dasar yang muncul dalam soal

Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini, KelaCerdasSD tidak hanya membagikan soal mentah, melainkan fokus pada Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal PAS Seni Rupa Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka. Kami merancang pembahasan ini sedemikian rupa agar Bapak/Ibu bisa menjelaskan alasan di balik jawaban tersebut kepada siswa secara logis dan mudah diterima.

Karena materinya cukup padat, pembahasan ini kami bagi menjadi dua bagian. Pada Part 1 ini, kita akan membedah secara detail 15 soal pertama yang mencakup prinsip keseimbangan, ragam hias tradisional, hingga perbedaan seni murni dan terapan. Tujuannya sederhana: agar belajar jadi lebih terstruktur dan tidak membosankan. Yuk, langsung saja kita simak bedah soalnya di bawah ini!

Bagi yang kebetulan langsung kepostingan ini dan belum mengerjakan soal Latihan  Soal PAS Seni Rupa Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Silahkan klik Link di bawah ini

(Latihan Soal PAS Seni Rupa Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka , Simulasi Online , Pembahasan dan Jawaban Tahun Ajaran Terbaru)


No Jawaban Pembahasan
1 C Hai anak-anak, bayangkan sebuah tiang listrik atau lantai rumah. Mereka menggunakan garis lurus agar terlihat kuat dan tidak goyang. Itulah mengapa garis lurus memberikan kesan yang kaku, stabil, dan tidak berubah-ubah (statis). Jika kita ingin menggambar gedung yang kokoh, garis lurus adalah pilihannya!
2 A Kata "Repetitif" berasal dari kata repeat yang artinya pengulangan. Sama seperti detak jantung atau suara jarum jam yang bunyinya tetap dan teratur (tik-tok-tik-tok), ritme repetitif dalam gambar adalah menyusun motif yang sama persis secara berulang agar terlihat rapi dan tenang.
3 C Masih ingat tentang "Warna Pelangi"? Oranye adalah warna ceria hasil campuran dua warna primer. Jika kalian mencampurkan warna Merah (yang kuat) dengan warna Kuning (yang terang), maka akan lahir warna baru yang segar yaitu Oranye. Cobalah di buku gambar kalian!
4 B Menganyam itu mirip seperti membangun fondasi rumah. Kita harus memasang "tiang-ti ang" dasarnya dulu yang dipasang tegak lurus (vertikal). Dalam seni anyam, tiang dasar ini disebut Lungsin. Setelah lungsin siap, baru kita bisa memasukkan lembaran kertas atau bambu lainnya secara mendatar.
5 B Dalam teknik makramé, Simpul Mati adalah jagoannya untuk menahan beban. Simpul ini dibuat dengan mengikat dua tali secara menyilang sehingga ikatannya menjadi sangat kencang dan tidak mudah bergeser atau lepas (melorot). Sangat cocok untuk menjaga agar pot bunga kalian tetap aman tergantung.
6 B Anak-anak, pernahkah kalian berdiri di tengah jalan yang sangat panjang dan melihat ke arah depan? Jalan itu seolah-olah semakin mengecil dan akhirnya menghilang di satu titik, kan? Nah, dalam seni rupa, titik tempat semua garis bertemu dan menghilang itu disebut Titik Hilang. Titik ini membantu gambar kita terlihat memiliki ruang dan jarak.
7 C Menggambar manusia itu ada rahasianya, lho! Supaya badan gambar kita tidak terlihat terlalu pendek atau terlalu panjang, kita memakai ukuran kepala sebagai penggarisnya. Untuk orang dewasa yang badannya proporsional atau pas, tingginya biasanya sama dengan tumpukan 7 sampai 8 buah kepala mereka sendiri.
8 B Tekstur itu adalah "rasa" permukaan benda. Kalau kita ingin membuat tempurung kura-kura yang kasar, kita tidak bisa hanya mengelusnya. Kita butuh alat yang bisa membuat bekas di tanah liat yang masih lembek. Dengan menekan sikat kawat atau sisir, permukaan tanah liat akan berubah menjadi bintik-bintik kasar yang terlihat alami.
9 C Membuat gradasi itu seperti membuat pelangi yang menyatu. Rahasianya adalah jangan takut mencampur warna. Kita mulai dari warna yang paling tua (gelap), lalu perlahan-lahan kita timpa dan tarik menggunakan warna yang lebih muda. Dengan begitu, perpindahan warnanya akan terlihat halus dan cantik, tidak terputus-putus.
10 B Bayangkan sebuah timbangan. Di sisi kiri ada satu semangka besar, di sisi kanan ada tiga apel kecil. Beratnya sama, tapi bentuknya beda, kan? Itulah yang disebut Keseimbangan Asimetris. Dalam gambar, sisi kiri dan kanan tidak harus kembar (simetris), yang penting "berat visual" atau keindahannya terasa seimbang saat dipandang mata.
11 B Anak-anak, sebuah karya seni itu seperti sebuah tim sepak bola. Semua pemain (unsur rupa) harus bekerja sama dan saling mendukung. Jika unsur-unsur seperti warna, bentuk, dan garis terlihat menyatu dan harmonis, maka karya tersebut memiliki Kesatuan. Tanpa kesatuan, gambar akan terlihat berantakan dan tidak nyaman dipandang.
12 C Tahukah kalian bahwa motif Parang dahulu hanya boleh dipakai oleh raja dan bangsawan? Motif yang bentuknya seperti jalinan ombak atau huruf "S" miring ini adalah salah satu motif batik tertua di Indonesia yang lahir dari keraton di daerah Yogyakarta dan Solo. Motif ini melambangkan semangat yang tidak pernah padam.
13 C Warna komplementer adalah "warna lawan" yang jika didekatkan akan membuat gambar kalian terlihat sangat mencolok atau "ngejreng". Cara mencarinya adalah dengan melihat warna yang posisinya saling berhadapan di lingkaran warna. Lawan dari warna Kuning adalah Ungu. Jadi, kalau kalian menggambar bunga matahari kuning dengan latar belakang ungu, bunganya akan terlihat sangat menonjol!
14 C Mari kita bermain bayangan! Jika lampu berada di sebelah kanan, maka bagian kanan benda akan terang karena terkena cahaya langsung. Sebaliknya, bagian yang jauh atau membelakangi cahaya (yaitu sebelah kiri) akan menjadi gelap. Itulah sebabnya kita memberikan arsiran yang lebih tebal di sisi kiri untuk menciptakan kesan benda itu nyata dan berisi.
15 B Perbedaan teknik sangat memengaruhi hasil karya. Teknik sapuan halus membuat gambar terlihat tenang dan bening. Namun, teknik plakat yang menggunakan cat tebal akan membuat permukaan lukisan terlihat padat dan memiliki tekstur yang bisa kita bayangkan rasanya jika disentuh. Ini membuat Lukisan B terasa lebih "berbobot" secara visual.
Itulah ulasan mendalam mengenai kunci jawaban dan pembahasan untuk 15 soal pertama Seni Rupa kelas 5. Kami sangat berharap penjelasan di atas bisa memberikan gambaran yang lebih terang bagi siswa dalam memahami materi Kurikulum Merdeka yang memang lebih menekankan pada penalaran objek.

Namun, persiapan belajar tentu belum tuntas jika baru setengah jalan. Masih ada 15 soal krusial lainnya yang membahas teknik menganyam, komposisi warna, hingga proyek seni lingkungan yang wajib dikuasai untuk meraih nilai maksimal. Untuk melihat kelanjutan pembahasannya, silakan Bapak/Ibu Guru dan Sahabat sekalian mengeklik tautan resmi kami di bawah ini:


Jika artikel pembahasan ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke grup WhatsApp KKG atau rekan sejawat ya. Satu klik berbagi dari Anda sangat berarti bagi perkembangan blog Kelas Cerdas SD. Sampai jumpa di pembahasan bagian kedua!

Posting Komentar

Copyright © 2023